DISTRIBUSI SPASIAL PLANKTON DI SUNGAI CILALAWI, PURWAKARTA, PROVINSI JAWA BARAT

Wine Eka Widiyanti, Zahidah Iskandar, Heti Herawati

Abstract


Sungai Cilalawi merupakan inlet Waduk Jatiluhur yang menerima masukan limbah pertanian dan rumah tangga. Pemanfaatan sungai sebagai tempat pembuangan limbah menyebabkan perubahan lingkungan yang memengaruhi kehidupan organisme air. Penelitian ini memetakan distribusi spasial plankton di sepanjang aliran Sungai Cilalawi dan dilakukan dari 27 Maret hingga 1 Mei 2019 menggunakan metode survei dengan cara mengambil sampel air dan sampel plankton di empat titik pengamatan yang telah ditentukan di sepanjang Sungai Cilalawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi spasial plankton di sepanjang Sungai Cilalawi berbeda untuk setiap lokasi pengamatan. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton yang berkisar 0,73–0,87 menunjukkan bahwa kondisi perairan masih baik dan stabil, sedangkan untuk zooplankton yang berkisar 0,69–0,75 juga menunjukkan bahwa kondisi perairan cukup baik. Kepadatan fitoplankton tertinggi 1.656 individu/L di Stasiun 2 dan terendah 373 individu/L di Stasiun 1 dipengaruhi oleh perbedaan DO dan BOD5. Kepadatan zooplankton tertinggi 76 individu/L di Stasiun 2 dan terendah 34 individu/L di Stasiun 1 dipengaruhi oleh perbedaan arus di setiap lokasi pengamatan. Nilai indeks dominansi fitoplankton yang berkisar 0,13–0,27 dan zooplankton yang berkisar 0,25–0,32 mengindikasikan bahwa tidak ada genus yang mendominasi perairan Sungai Cilalawi. Indeks dispersi Morisita fitoplankton di semua stasiun yang bernilai lebih dari 1 menunjukkan pola sebaran berkelompok, kecuali kelas Dinophyceae yang bernilai 0 dengan pola sebaran seragam. Indeks Morisita zooplankton di Stasiun 3 yang bernilai 6 untuk Branchiopoda dan 1,6 untuk Maxillopoda menunjukkan pola sebaran berkelompok, sedangkan di stasiun lain bernilai 0. Defisit spesies terjadi di Stasiun 2 hingga Stasiun 4 karena beban pencemar yang masuk ke badan perairan menyebabkan kondisi perairan Sungai Cilalawi menjadi tercemar.

Keywords


distribusi spasial; fitoplankton; zooplankton; Indeks Morisita; Sungai Cilalawi

Full Text:

PDF

References


Adinugroho M, Subiyanto, Haeruddin. 2014. Komposisi dan Distribusi di Perairan Teluk Semarang. Saintifika 16(2): 39–48

Brower JE, Zar JH, Von Ende CN. 1990. Field and Laboratory method for General Ecology. 3rd edition. Dubuque lowa, 213–225

Effendi H. 2000. Telaah Kualitas Air. Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, 259

Hasan Z, Syawalludin IN, Lili W. 2013. Struktur Komunitas Plankton di Situ Cisanti Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jurnal Akuatika 4(1): 80–88

Lilis, WaNurgayah, Irawati N. 2019. Struktur Komunitas dan Pola Sebaran Zooplankton di Perairan Desa Sawapudo Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Jurnal Sapa Laut 4(4): 205–217

Magurran E. 1988. Ecological diversity and its measurement. Princeton New Jersey, 175–177

Meiriyani F, Ulqodry TZ, Putri WAE. 2011. Komposisi dan Sebaran Fitoplankton di Perairan Muara Sungai Way Belau, Bandar Lampung. Maspari Journal 3(2): 69–77

Michael P. 1994. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Penerjemah Yanti R. Koestoer, 72–79

Nurcahyani, Erna A, Hutabarat S, Sulardiono B. 2016. Distribusi Kelimpahan Fitoplankton yang Berpotensi Menyebabkan HABs (Harmful Alga Blooms) di Muara Sungai Banjir Kanal Timur, Semarang. Diponegoro Journal of Maquares 5(4): 275–284

Odum E. 1971. Fundamental of Ecology. Sounders Company, Philadelphia, 562–564

Onyema. 2007. The Phytoplankton Composisition Abundance and Temporal Variation of a Polluted Estuarine Creek in Lagos, Nigeria. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences 7: 89–96

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

Putra A, Zahidah, Lili W. 2012. Struktur Komunitas Plankton Di Sungai Citarum Hulu Jawa Barat. Bandung. Jurnal Perikanan dan Kelautan 3(4): 313–325

Rachman A. 2013. Pseudo-Nitzschia: Fitoplankton Kosmopolit dan Potensial Toksik. Oseana 38(1): 15–25

Sachlan, M. 1974. Planktonologi. Penerbit korespondence Cource Center. Direktorat Jenderal Pertanian. Jakarta.

Sari A, Hutabarat S, Soedarsono P. 2014. Struktur Komunitas Plankton pada Lamun di Pantai Pulau Panjang, Jepara. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) 3(2): 82–91 DOI: https://doi.org/10.14710/marj.v3i2.5006

Schwoerbel J. 1970. Methods of Hydrobiology (Freshwater Biology). Pergamon Press Ltd., Headington Hill Hall, Oxford, 156

SNI 01.3553.2006. Air minum dalam kemasan. Badan Standardisasi Nasional, 1–9

SNI 6989.72:2009. Cara uji Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/BOD). Badan Standardisasi, 6–12

Suherman H, Rosidah, Iskandar. 2000. Studi Limnologi DAS Citarum bagian hulu. Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran, 39

Tungka, Anggita W, Haeruddin, Ain C. 2016. Konsentrasi Nitrat dan Ortofosfat di Muara Sungai Banjir Kanal Barat dan Kaitannya dengan Kelimpahan Fitoplankton Hamrfull Alga Blooms (HABs). Jurnal Saintek Perikanan 12: 40–46

Uhlman D. 1975. Hydrobiology. A Text for Engineers and Scientists. VEB Gustav Fischer Verlag. Jena

Wulandari DY, Pratiwi NTM, Adiwilaga EM. 2014. Distribusi Spasial Fitoplankton di Perairan Pesisir Tangerang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 19(3): 156–162

Yazwar. 2008. Keanekaragaman Plankton dan Keterkaitannya dengan Kualitas Air di Parapat Danau Toba, Medan. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, 63–65




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/limnotek.v27i2.299

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED IN COLLABORATION WITH

Masyarakat Limnologi Indonesia

ABSTRACTED/INDEXED BY

Google Scholar ISJD LIPI Indonesia OneSearch Sinta Indonesia Garuda Indonesia


Copyright &copy 2015-2018, LIMNOTEK. All Rights Reserved. Powered by OJS.